Kamis, 28 Maret 2013

muslim Inggris berjihad

Lebih Kurang 100 muslim Inggris berjihad di Suriah

INGGRIS (KabarDunisIslam) - Lebih dari 100 Muslim Inggris saat ini berjihad melawan pemerintah thaghut Suriah di Suriah. Hal ini membuat khawatir kepala senior intelejen Inggris, bahwa mereka dapat melancarkan serangan 'teror' sekembalinya ke Inggris.

Terdapat ratusan warga Eropa yang berjihad di Suriah, beberapa di antara mereka diindikasi terkait dengan Al Qaeda. Demikian laporan Kementerian Dalam Negeri kepada Anggota Parlemen Inggris, Selasa (26/03/2013).

Meskipun tidak menyebutkan nama, laporan itu juga mengungkap keterlibatan para mujahidin kelahiran Inggris yang telah bergabung dengan Jabhah al-Nusrah, kelompok mujahidin yang paling menonjol, berpengaruh dan paling ditakuti oleh orang-orang kafir di Suriah. Selain warga Eropa, para mujahidin di Suriah juga berasal dari latar belakang etnis yang berbeda: dari pemuda Asia, para mualaf hingga warga Afrika utara, dengan beberapa di antara mereka telah berpengalaman dan sebagian terlibat dalam perang untuk pertama kalinya.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Inggris memiliki kecemasan tersendiri, jika warga Inggris dan Eropa lainnya telah berinteraksi dengan mujahidin dan mendapat pengalaman militer selama di Suriah.

Charles Farr, direktur Departemen Keamanan dan Kontra-Terorisme, mengakui bahwa perang melawan pemerintah thaghut Syiah Suriah "sangat menantang" bagi pemerintah Inggris. Hal ini turut memaksa dinas keamanan untuk memantau krisis yang meningkat di Suriah, demikian Farr mengomentari laporan tahunan strategi kontra-terorisme Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Farr juga mengakui sejumlah besar mujahidin asing, termasuk dari Inggris, saat ini aktif berjihad pemerintah thaghut Bashar al-Assad. Sekitar 70 hingga 100 warga Inggris telah bepergian ke Suriah, ujar Farr yang juga mantan anggota M16, intelejen Inggris.

Farr juga mengatakan pejabat Inggris saat ini memantau setiap usaha mujahidin Jabhah al-Nusrah yang memperluas aktivitas jihadnya di sekitar Suriah.


http://www.facebook.com/KabarDuniaIslam

Senin, 25 Maret 2013

Pro Palestina, CR7 tolak tukar kaus dengan Israel


srael secara mengejutkan sukses menahan imbang Portugal 3-3 di lanjutan kualifikasi Grup F Piala Dunia 2014 zona Eropa, Jumat (24/3). Bertanding di Stadion Nasional Ramat Gan, Tel Aviv, Tal Ben Haim sukses unggul 3-1 sebelum gol Fabio Coentrao pada menit akhir membuat kedudukan sama kuat.
 
Memang media lebih banyak mengupas sisi jalannya pertandingan. Namun ada yang luput dari sorotan ketika pertandingan berakhir. Seperti kecenderungan dalam sepak bola yang menjunjung fair play, kedua tim terlibat saling tukar kaus di akhir pertandingan. Sayangnya, hal itu tidak dilakukan kapten Selecao, Cristiano Ronaldo.
 
Dilansir laman stopwar.org.uk, Senin (25/3), pemain termahal di dunia itu malah berjalan melewati pemain Israel yang sudah mencopot jersey timnas dengan harapan bisa bertukar dengan CR7. Hal itu terlihat jelas dengan dicantumkannya video youtube berjudul ‘Cristiano Ronaldo refused to exchange his T-Shirt with Israel players’. Terlihat, mantan bintang Manchester United itu mengabaikan beberapa pemain timnas negeri Zionis itu. 

Sikap Ronaldo itu kabarnya ditujukan sebagai bentuk dukungan solidaritas perjuangan Palestina dalam upaya meraih kemerdekaan dari Israel. Keputusan tersebut bukan yang pertama ditunjukkan Pemain Terbaik Dunia 2008 itu.
 
Pada November 2012, ketika agresi Israel membombardir Palestina, Ronaldo mendonasikan bantuan sebesar 1,5 juta euro alias Rp 18,97 miliar untuk anak-anak di Jalur Gaza. Ia juga melelang penghargaan Golden Boot (sepatu emas) yang diraihnya setelah menjadi top skorer di Benua Eropa dengan torehan 40 gol untuk pendanaan pembuatan sekolah di Jalur Gaza.
 
Di tahun yang sama pula, dia mendedikasikan banyak sepatu olahraganya lewat Yayasan Real Madrid dengan cara lelang untuk pembangunan sekolah di Jalur Gaza yang hancur akibat serbuan tentara Israel.