Zionist tahu bahwa
mereka tidak bisa menghancurkan umat islam islam dengan terang-terang maka dia
menyerang umat islam dengan cara lain:
·
Melalui sektor ekonomi, terutama bidang perbankan, Yahudi
berupaya melahirkan sistem perekonomian berbasis bunga bank (riba). Dengan
sistem ini mereka membelenggu warga Indonesia khususnya muslimin bergelut
dengan riba. Efeknya sangat besar, menjauhkan muslimin dari rahmat dan ridho
Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sehingga do’a sebagai ‘senjata ampuh’ umat Islam
kini tidak mereka takutkan lagi.
·
Selain itu, perusahan-perusahan nasional, baik swasta maupun
BUMN sebagian besar sahamnya sudah dikuasai mereka. Indosat, Sampoerna
(perusahaan rokok), Yamaha, dan Debindo merupakan satu bukti nyata keberadaan
mereka di Indonesia. (lihatlah gambar semua produk tadi memiliki kesamaan
dengan perlambang star of
david).
·
Belum lagi kafe-kafe dan diskotik-diskotik di kota-kota besar,
sebagian ada yang menggunakan lambang atau kode-kode zionis. Termasuk LSM-LSM
yang kerap menunggangi para aktivis muda (mahasiswa dan pemuda) untuk berbuat chaos dengan
bendera-bendera yang memunculkan gaya komunisme baru.
·
Dr. Ridwan Saidi (pemerhati zionis internasional) mengatakan,
termasuk lambang beberapa televisi (TV) swasta di Indonesia memiliki
makna-makna zionisme. Ini terbukti, hampir semua stasiun televisi yang ada saat
ini menayangkan program-program yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam,
mistik, huru-hara, percintaan, hamil di luar nikah, sadisme, provokatif, gossip
dan adegan konyol lainnya sudah menjadi bagian acaranya.
·
Tidak ketinggalan, bidang pendidikan merupakan sorotan yang
paling diminati Zionisme Yahudi. Orang-orang pintarnya diberi beasiswa untuk
belajar Islam di universitas terkemuka Amerika dan Eropa. Otak mereka di ‘cuci’
dengan faham-faham Zionis. Tesis dan desertasi mereka menjadi ‘senjata makan
tuan’ bagi umat Islam. Sehingga lahirlah Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan
Pluralismenya dan aliran Revesioner dengan keberaniannya mengubah kandungan
Al-Qur’an dan menghujat hadits-hadits shahih, serta aliran-aliran sesat
lainnya.
·
Termasuk anak-anak kita yang kini berada di taman kanak-kanak
(TK) maupun sekolah dasar (SD), sedikit-demi sedikit pengetahuan mereka
disesatkan. Contohnya terhadap keberadaan masjid Al-Aqsha di Palestina. Mereka
tidak pernah dikenalkan dengan lokasi masjid umat Islam pertama itu, tempat
dimana Rasulullah singgah sebelum melakukan mi’raj ke sidratul muntaha. Hal ini
dinyatakan Herry Nurdi (mantan wartawan senior sabili), setelah dirinya
melakukan penelitian terhadap berbagai buku peta dunia (ATLAS).
·
Menurutnya, di dalam ATLAS (termasuk globe) tidak ditemukan satu
lokasi dimana negeri Palestina berada, bahkan yang ada adalah Israel—negara
yang menumpang pada tanah muslimin. Lebih heran lagi, pada bagian belakang
ATLAS—gambar bendera negara-negara di dunia—tidak ditemukan bendera Palestina,
dan lagi-lagi digantikan dengan bendera Israel. “Ini menunjukan ada upaya dari
kaum zionis Yahudi untuk menghapus ingatan generasi muda muslim sejak dini dari
sejarah Islam, bahwa di dunia ini tidak pernah berdiri masjid kebanggaan umat
Islam, Al-Aqsha, yang jelas-jelas milik muslimin.” Ungkap Herry Nurdi dalam
seminar “Mengungkap Freemason dan Zionisme di Indonesia,” di UNTIRTA Cilegon,
Banten, (9/6)
·
Lebih jauh ia mengungkapkan, gerakan berbahaya dari zionis
Yahudi ini kini telah merambah ke rumah-rumah umat Islam di Indonesia. Ia
mencontohkan, tayangan TV bernama Mamamia, KDI, Indonesia Idol dan yang serupa
lainnya, merupakan upaya Yahudi untuk meninabobokan umat Islam dengan
kesenangan-kesenangan dunia. Hingga akhirnya melupakan urusan muslimin yang
amat besar, yaitu rasa kepedulian terhadap saudaranya yang tertindas, rumah
suci—masjid—yang dihancurkan, dan tanahnya yang dirampas.
·
Kini, sangat sedikit—bahkan tidak ada—bidang kehidupan yang
bersih dari campur tangan Zionis Internasional, pun di bidang politik, tak ada
satupun kebijakan yang terlepas dari kepentingan Zionis.
·
Sebab itu hendaknya umat Islam sadar, bahwa Yahudi dan Nasrani
akan terus berupaya menghancurkan agama ini, tidak hanya simbol-simbolnya yang
di rusak, yang lebih berbahaya lagi mereka meracuni pikiran muslimin dengan
faham-faham yang sesat dan menyesatkan (sekuler, pluralis, liberalism, dan
isme-isme lainnya).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar